rumah Tjong a Fie

Tjong A Fie Mansion

Saat perjalanan mengajar di Medan, saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah rumah bersejarah yaitu “Tjong A Fie Mansion” atau Rumah TJong A Fie. Seorang keturunan Cina yang awalnya miskin dan kemudian menjadi seorang saudagar kaya di  Labuan Deli, Medan.  

Tjong A Fie lahir pada tahun 1860 di Meixian distric, Guangdong, China dan meninggal pada tanggal 4 Februari 1921 di Labuan Deli, Kota Medan saat ini.

di_tjongafie_mansion
Tjong A Fie Mansion, Medan

Masuk perkarangan rumah Tjong A Fie dengan nuansa etnik Cina, getaran energi dari sejarah rumah ini langsung terasa dengan kuat, terbayang suasana yang terjadi pada masa lampaunya, hingga saya memasuki ruangan depan, tekanan energi yang kuat melingkupi seluruh tubuh saya, namun belum terasa adanya energi yang mengganggu.

Setiap ruang saya jelajahi, dari ruang depan dan ruangan lainnya hingga di kamar pribadi dari Tjong A Fie nya. Secara energi masih dirasa cukup umum untuk sebuah bangunan tua yang terawat secara fisiknya.

Rumah Tjong A Fie pada Tahun 1935
Rumah Tjong A Fie pada Tahun 1935

Hal yang menarik adalah saat memasuki ruangan paling belakang dari Rumah Tjong A Fie ini, yaitu ruang yang sepertinya adalah ruang makan keluarga. Aktifitas yang sangat kuat terdapat di ruang ini dan ruangan di sebelahnya. Hawa yang terasa di ruangan ini terasa lebih hangat di bandingkan di ruangan-ruangan sebelumnya yang sudah saya jelajahi.

Melanjutkan penjelajahan ke lantai atas, menaiki anak tangga juga terasa energi yang sangat kuat hingga memasuki ruangan lantai atas yang terbuka dan terlihat sangat luas. Dilantai atas ini ada beberapa spot yang sangat kuat yang menunjukkan aktifitas dari makhluk2 ruhani.

Turun kembali ke lantai bawah, saya memasuki sebuah ruang altar yang cukup besar yang ternyata ada pintu besar yang menghubungi antara ruang depan dengan ruang altar ini, menunjukkan apabila pintu tersebut akan dibuka secara lebar di acara-acara tertentu.

Menjelajahi rumah Tjong A Fie ini begitu banyak cerita yang bisa didapat, seorang Dermawan pada masanya, hingga disaat meninggalnya banyak di iringi oleh banyak masyarakat pada saat itu, kedermawanannya kini di wariskan kepada anak cucunya, sesuai dengan wasiat yang terpampang di salah satu ruang terakhir yang saya kunjungi, tepatnya di sebelah ruang Altar.

“There on earth where I stand, I hold the sky.
Success and glory consist not in what I’ve gotten but in what I’ve given.”

— Tjong A Fie

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *