Penyembuhan Dengan Radiasi Kundalini Bagi Pasien Covid-19

Sudah 1 Tahun berjalan Pandemi COVID-19 (coronavirus disease 2019) belum juga berlalu dan Master Dharma akan berbagi pengalaman dalam membantu penyembuhan Pasien Covid-19.

Transfer Energi Penyembuhan
Transfer Energi Penyembuhan

Semua proses Terapi dari mulai Scanning (pengecekan) dan penanganan semua dilakukan secara Jarak Jauh (spiritual). Media yang digunakan oleh Master Dharma adalah sebuah Photo pasien dan nama lengkapnya. Dan semua yang dijabarkan disini hanya semata-mata pengalaman dari Master Dharma dalam memberikan terapi kepada Pasien Covid-19 berdasarkan keilmuannya tentang penyembuhan holistik dengan menggunakan energi, khususnya penggunaan energi / Radiasi Kundalini.

COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. COVID-19 ini dapat menimbulkan gejala gangguan pernafasan akut, demam diatas 38°C, batuk dan sesak nafas.

Dalam setiap menangani Pasien apapun termasuk mereka yang terkena Covid-19 adalah memasuki tahap SCANNING atau pendeteksian terhadap kondisi tubuh pasien, baik kondisinya secara fisik maupun psikis, yang meliputi pikiran, emosional dan mental.

Dari sekian Pasien Covid-19 yang mendapatkan SCANNING SECARA ENERGI, mereka Penderita dengan usia lanjut harus segera mendapatkan penanganan yang cepat. Kesimpulan ini berdasarkan kepada hawa murni kehidupannya yang cenderung menipis, dimana Hawa (energi) Dingin yang lebih menguasai tubuh pasien dibandingkan Hawa Panas. Pengecekan hawa panas/dingin ini sangat penting untuk melihat ketahanan hidup seseorang/pasien. Pada seseorang yang sehat, hawa panas dan dingin ini cenderung seimbang dan kalaupun tidak berimbang tidak melebihi ambang batas hingga 70%.

Dari hasil Scanning juga melihat sudah sejauh mana kondisi fisik pasien, bagian atau organ tubuh mana saja yang berdampak atau yang jelas terganggu. Saluran pernapasan hingga paru-paru yang umumnya paling terganggu, kemudian organ kepala, seperti pusing dan panas, ketegangan pada dada sebelah kiri (jantung atas), kondisi perut atau pencernaan dan aliran darah hingga ketidaknyamanan pada tulang atau tubuh secara keseluruhan.

Efek psikis yang bisa terdeteksi diantaranya adalah kecemasan dan ketakutan yang menguasai pikiran, perasaan dan emosi.

Setelah mengetahui kondisi pasien berdasarkan Scanning yang dilakukan adalah yang pertama memberikan hawa (energi) panas pada tubuh pasien dan menghubungkannya dengan energi bumi (grounding). Ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas energi kehidupan bagi pasien.

Kemudian langkah selanjutnya adalah memberikan terapi dengan menyalurkan energi dengan metode Radiasi Kundalini ke seluruh tubuh pasien, khususnya di tempat-tempat (organ tubuh) yang sangat memerlukan energi.

Efek Radiasi Kundalini ini akan berdampak secara bersamaan antara memberikan efek fisik maupun efek psikis. Salah satunya efek yang positif terjadi adalah pernapasan yang menjadi lebih lega, pikiran yang menjadi tenang dan memberikan kenyamanan pada tubuh pasien dimana rasa tidak nyaman pada tubuh pasien berkurang dan membuatnya lebih mudah tidur.

Terapi Radiasi Kundalini ini diberikan setiap hari dimana setiap harinya dilakuan terapi minimal 3x sehari atau sesuai kondisi pasien. Bagi pasien yang baru pertama ditangani terapi diberikan lebih intensif setiap 3 jam sekali dan dikerjakan minimal selama 3 hari pertama.

Semoga ulasan ini menjadi bahan referensi bagi para penghusada / terapis holistik, khususnya pada praktisi Kundalini Dharmayoga (Kdyoga) dalam mempraktekkan keilmuannya kepada sesama.

Salam Sejahtera & Semoga yang Sakit segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT karena sesungguhnya yang Menyembuhkan hanyalah ALLAH Semata.

 827 total views,  2 views today

Author: masterdharma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *