Syahbandar Karimahdi

Fight dengan Teknik Syahbandar Karimahdi

Dalam dunia persilatan pertarungan antar pendekar dengan membawa nama perguruan sudah menjadi perbincangan umum yang seru dan ini juga dialami oleh Master Dharma muda di awal-awal membuka pelatihan Beladiri di kota Depok, Jawa Barat.

Dengan membawa nama silat aliran Syahbandar Karimahdi, setiap tahun, tepatnya di malam bulan Ramadhan, usai melakukan Sholat Tarawih beberapa orang dari berbagai perguruan Beladiri berkumpul di lapangan kosong yang saat ini sudah menjadi Mall terbesar di Kota Depok (margocity).

MASTER DHARMA

Berkumpul dalam rangka mengadu ketangkasan bermain Silat hingga berujung pada pertarungan tangan kosong 1 lawan 1 hingga adu ilmu kanuragan. Berbagai kemampuan Ilmu Kanuragan di pertontonkan, dari Ilmu Hadiran hingga Ilmu Kontak Tenaga Dalam.

Puncak acara di tutup dengan pertarungan para pendekar yang dianggap mumpuni, bebas mempergunakan keahlian beladiri tangan kosong plus mempergunakan segala teknik ilmu Kanuragan yang di miliki masing-masing.

Sekitar pertengahan bulan Ramadhan di tahun 1996 di lokasi yang sama setiap tahunnya, tahun ini adalah pertarungan terakhir yang Master Dharma ikuti, dengan membawa nama sebagai Pendekar Muda dari aliran Syahbandar Karimahdi, melawan seorang Pendekar Muda yang ternyata memiliki ilmu Al Hikmah yang juga di kuasai oleh Master Dharma.

Jika ditahun-tahun sebelumnya, Master Dharma bisa berpuas hati berada diatas angin karena hanya mendapatkan lawan yang tidak sebanding, namun di tahun 1996 lalu baru mendapatkan lawan yang sebanding, dan di tahun itulah satu pengalaman batiniah terukir hingga saat ini.

PARA SISWA BARU SEDANG BERLATIH GETARAN

Diawal pertarungan tidak ada yang istimewa, masing-masing hanya memamerkan sedikit kembangan dari jurus-jurus yang dimiliki, semakin lama permainan semakin panas seiring waktu yang semakin malam, dimana masing-masing sudah mulai berusaha menaklukkan.

Disinilah bertambah satu pengalaman batin, dimana kejadian selanjutnya sudah tidak bisa dinalar oleh akal pikiran. Kepalan tangan kanan dan telapak tangan kiri sudah terkumpul getaran energi yang sangat kuat, jika saja kepalan tangan ini menghantam tubuh lawan, harusnya lah sudah rontok atau patah tulang-tulang yang berusaha menahannya, atau hantaman telapak tangan yang bisa membuat luka dalam dan muntah darah, namun semuanya terhalau oleh angin yang sangat besar.

Begitupun saat lawan berusaha menyerang, tidak ada serangannya yang berhasil masuk menghantam tubuh, walaupun secara logika seharusnya semua itu bisa bersarang di tubuh, namun tiada yang sampai.

Hingga pada satu titik ada rasa penasaran yang begitu besar, jika saja Master Dharma membiarkan serangan lawan masuk mengenai tubuh, apakah yang akan terjadi, maka terjadilah.

Dihadapan lawan sudah ancang-ancang melakukan serangan dengan tendangan dan Master Dharma membiarkan serangan itu masuk dengan berdiri diam, hanya pasrah kepada ALLAH, memohon perlindungan dari ALLAH semata dan hasilnya …. Suara keras terdengar kesemua penonton yang berada di pinggir lapangan, suara benturan yang sangat keras dari kaki lawan yang menghantap kepala Master Dharma. Semua mendekat untuk melihat apa yang gerangan terjadi.

Masya Allah, suara hantaman tersebut yang begitu kerasnya ternyata hanya seperti tiupan angin yang menerpa wajah tanpa ada luka atau bekas sedikitpun.

Dari pengalaman tersebutlah, keyakinan terhadap sebuah Ilmu Batin semakin kuat, terlebih dengan dibarengi kepasrahan kepada ALLAH, bahwa sesungguhnya setiap manusia tidak akan memiliki daya upaya kecuali karena kehendak Allah SWT semata.

Ini adalah pertarungan terakhir mengadu kepandaian Beladiri dan Ilmu Kanuragan yang Master Dharma jalani dan semenjak itu lebih memutuskan memanfaatkan segala keilmuan yang di miliki untuk menolong sesama yang membutuhkan Terapi sebagai ikhtiar dari kesembuhan orang-orang yang sedang sakit.

 386 total views,  2 views today

Author: masterdharma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *